1. Ihram:
Memulai ibadah haji dengan niat ihram dan mengenakan pakaian ihram (bagi laki-laki berupa dua helai kain putih tanpa jahitan, dan bagi perempuan menutup seluruh aurat kecuali wajah dan telapak tangan).
2. Wukuf di Arafah:
Berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, yang merupakan puncak ibadah haji.
3. Mabit di Muzdalifah:
Bermalam di Muzdalifah setelah matahari terbenam dari Arafah, dan mengambil batu untuk melempar jumrah.
4. Mabit di Mina:
Bermalam di Mina pada malam 10 Dzulhijjah dan hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
5. Melempar Jumrah:
Melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah (Aqabah dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah, dan tiga jumrah lainnya pada hari Tasyrik).
6. Tahalul:
Mencukur atau memotong rambut sebagai tanda telah menyelesaikan ibadah haji.
7. Tawaf Ifadah:
Melakukan tawaf (mengelilingi Ka'bah tujuh kali putaran) di Masjidil Haram setelah tahalul.
8. Sai:
Berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah.
9. Tawaf Wada:
Melakukan tawaf perpisahan saat akan meninggalkan Kota Suci Mekkah.
Selain urutan di atas, terdapat juga beberapa kegiatan lain yang termasuk dalam manasik haji, seperti:
- Membaca Talbiyah: Membaca kalimat talbiyah sebagai tanda memulai ibadah haji.
- Shalat Idul Adha: Melaksanakan shalat Idul Adha di Masjidil Haram atau tempat lain yang memungkinkan.
- Menyembelih Hewan Kurban: Menyembelih hewan kurban pada hari raya Idul Adha atau hari-hari Tasyrik.
- Doa dan Zikir: Membaca doa dan berzikir selama menjalankan ibadah haji.
Penting untuk mengikuti urutan manasik haji dengan benar agar ibadah haji dapat terlaksana dengan sempurna sesuai dengan tuntunan syariat

